DERANA BENTALA: COVID-19 MEMORIAL SPACE
Building Category
Masterplan, Memorial Space, Sayembara
Location
Jakarta, DKI Jakarta
Area
-
Year
2021
Team
Adhitya Djarot, S. Ars, MUD.
Andyani Eka Lestari, S. Ars.
Sayembara HMARS 2021: Podomoro Design Festival H-7
Competition Entry

Budaya nongkrong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat bebas, hangat, dan penuh tawa seakan terhenti oleh hadirnya pandemi COVID-19. Ruang-ruang pertemuan mendadak sunyi, interaksi dibatasi, dan jarak menjadi norma baru. Aktivitas yang dulunya sederhana dan menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang penuh kehati-hatian dan kekhawatiran.
Pandemi memaksa masyarakat untuk berdialektika dengan realitas baru. Adaptasi menjadi kunci mulai dari penggunaan masker, pembatasan fisik, hingga upaya kolektif menuju herd immunity. Perlahan, COVID-19 dipandang sebagai bagian dari fase yang harus dilalui, bahkan suatu saat mungkin akan diposisikan seperti flu biasa. Namun, sejarah tidak boleh dilupakan. Tahun 2020–2021 adalah periode yang mengguncang Indonesia secara kesehatan, ekonomi, sosial, dan psikologis.
Dari refleksi tersebut lahirlah “Derana Bentala” yang berarti bumi yang tidak mudah putus asa. Proyek ini dirancang sebagai taman memorial sekaligus ruang sosial terbuka. Sebuah tempat untuk kembali duduk bersama, bercengkrama, dan merayakan kebersamaan yang sempat hilang, namun tetap menyisakan ruang hening untuk mengingat masa sulit yang pernah dilalui.
Secara spasial, taman ini menggabungkan elemen memorial dengan ruang komunal. Area duduk dirancang menyebar namun tetap terhubung, merepresentasikan jarak yang pernah memisahkan sekaligus harapan untuk kembali mendekat. Elemen lanskap dan simbolik menjadi medium refleksi mengajak pengunjung mengenang, merenung, dan mensyukuri ketahanan bersama.
“Derana Bentala” bukan hanya taman untuk nongkrong, tetapi ruang ingatan kolektif. Ia menjadi simbol bahwa masyarakat Indonesia mampu bertahan, bangkit, dan terus melangkah. Sebuah pengingat bahwa di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, harapan selalu tumbuh dan bumi tidak pernah benar-benar menyerah.

