BIRDNESTAY GLAMPING KINTAMANI, BALI
Building Category
Arsitektur, Bali, Glamping, Kintamani, Komersil, Masterplan, Penginapan, Perencanaan
Location
Kintamani, Bali, Indonesia
Area
1.100 m²
Year
2024
Team
In Collaboration with POXID Studio

BirdNestay Glamping Kintamani merupakan konsep Penginapan Komersil yang dirancang sebagai bagian dari pendekatan Masterplan Perencanaan kawasan wisata di Kintamani, Bali. Kawasan ini menghadirkan pengalaman menginap yang menyatu dengan alam, menawarkan suasana tenang dan autentik di tengah udara sejuk pegunungan.
Berlokasi strategis di Kintamani, BirdNest menghadirkan panorama langsung ke Gunung Batur serta hamparan sawah hijau yang luas. Lanskap alami ini menjadi elemen utama dalam perancangan Arsitektur Glamping, di mana bangunan dirancang agar tidak mengganggu kontur alam, melainkan menyatu dengan lingkungan sekitar.
Konsep desain mengusung suasana camping yang hangat namun tetap nyaman. Setiap unit penginapan dirancang dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kebutuhan modern tanpa menghilangkan nuansa alam terbuka. Material alami digunakan untuk memperkuat kesan organik dan harmonis dengan lingkungan Bali.
BirdNest Glamping Kintamani dirancang sebagai ruang istirahat yang fleksibel. Tempat ini cocok untuk family time, short escape bersama pasangan, maupun kegiatan healing dari rutinitas kota. Pengalaman menginap tidak hanya berfokus pada fungsi akomodasi, tetapi juga pada kualitas ruang dan pengalaman emosional pengunjung.
Perencanaan kawasan memperhatikan hubungan antara bangunan dan lanskap. Sirkulasi dibuat sederhana agar pengunjung mudah menjelajahi area. Ruang terbuka menjadi elemen penting untuk aktivitas santai dan menikmati pemandangan alam secara langsung.
Melalui pendekatan Arsitektur Komersil, BirdNest Glamping Kintamani menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar tempat tinggal sementara. Konsep ini menekankan keseimbangan antara kenyamanan, alam, dan pengalaman ruang yang berkesan. Kawasan ini menjadi destinasi yang menawarkan ketenangan, udara segar, serta suasana healing yang sulit ditemukan di perkotaan.








