MASTERPLAN KAWASAN WISATA PANTAI GUNUNG KIDUL, DI YOGYAKARTA
Building Category
Lanskap, Masterplan, Perencanaan, Ruang Publik, Yogyakarta
Location
Gunung Kidul, DI Yogyakarata
Area
538 Ha
Year
2022
Team
Adhitya Djarot, S. Ars, MUD.
Nifida Alsya Khairunnisa, S. Ars, MUD.
Aurelia Dewi, S. Ars, MUD.

Konsep utama pembangunan pariwisata berkelanjutan Kawasan Pantai Gunungkidul, DI Yogyakarta di sehingga berlandaskan prinsip Lanskap. Pendekatan ini menekankan pariwisata berkelanjutan yang meminimalkan dampak lingkungan jangka panjang. Kawasan pesisir memiliki ekosistem sensitif serta nilai budaya tinggi, sehingga membutuhkan pengembangan yang adaptif terhadap
Strategi dibagi menjadi tiga pilar. Pertama, preserving the environment, yaitu menjaga sumber daya alam secara bijak. Intervensi desain diminimalkan pada kontur, vegetasi, serta sistem ekologi pantai. Infrastruktur dirancang ringan, responsif iklim, dan mendukung konservasi air serta energi dalam sistem Perencanaan kawasan.
Kedua, social equity, yang menekankan penghormatan budaya lokal. Nilai tradisional Gunungkidul diperkuat melalui edukasi warisan serta interaksi setara antara wisatawan dan warga. Ruang Publik menjadi ruang budaya, sosial, dan pembelajaran yang inklusif, sehingga memperkuat identitas komunitas pesisir sekaligus menjadi media aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ketiga, economic efficiency, berfokus pada keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pengembangan kawasan memberdayakan UMKM, jasa wisata, serta pengelolaan berbasis komunitas agar manfaat ekonomi tersebar merata. Sistem ini mendorong kemandirian ekonomi lokal tanpa ketergantungan pada investasi eksternal, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan kawasan.
Penerapan strategi dibagi dalam zonasi kawasan. Wild-Nature Zone difokuskan pada konservasi untuk menjaga Lanskap pantai dan ekosistem alami secara ketat. Contemporary Zone menghadirkan fasilitas wisata modern namun tetap kontekstual terhadap lingkungan sekitar. Community Commercial Zone menghidupkan Ruang Publik melalui kuliner, kerajinan, serta aktivitas budaya masyarakat yang berlangsung setiap hari.
Sirkulasi pedestrian dan akses pesisir dirancang agar aman, nyaman, serta berkesan bagi pengunjung dengan menggunakan Kereta Gantung. Pengelolaan air hujan, ruang hijau tambahan, dan titik observasi alam turut memperkuat kualitas lingkungan serta pengalaman ruang di kawasan.
Melalui pendekatan ini, Pantai Gunungkidul di Yogyakarta diharapkan menjadi destinasi wisata yang seimbang antara ekologi, sosial, dan ekonomi. Kawasan ini tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan, inklusif, serta memperkuat identitas Lanskap pesisir selatan sebagai ruang hidup dan ruang wisata yang bertanggung jawab.







