STEHER ANAK ANGIN!: Modul Energi Terbarukan, PONTIANAK
Building Category
Energi Angin, Kalimantan Barat, Komersil, Perencanaan, Pontianak, Proposal Desain, Sayembara, Waterfront
Location
Pontianak, Kalimantan Barat
Area
36 m²
Year
2019
Team
Adhitya Djarot, S. Ars, MUD.
Robiansyah Khatulistiana, S.Ars
LIMITED SPACE: Texture Expo 2019
Competition Entry: BIG 10

Perkembangan zaman yang pesat, disertai pertumbuhan penduduk yang signifikan, mendorong meningkatnya kebutuhan ruang hidup manusia. Mulai dari hunian, ruang sosial, area rekreasi, hingga ruang produktif, semuanya menuntut solusi yang tidak hanya fungsional tetapi juga terintegrasi. Di Pontianak, Kalimantan Barat, tantangan ini semakin relevan seiring dengan perkembangan kawasan perkotaan dan kebutuhan akan desain yang adaptif terhadap lingkungan.
Air, tanah, udara, dan sinar matahari merupakan sumber daya utama yang menopang kehidupan manusia. Namun, pemanfaatannya selama ini masih cenderung konsumtif. Padahal, potensi energi terbarukan seperti energi surya dan energi angin sangat besar untuk dikembangkan, terutama dalam konteks perencanaan arsitektur modern. Pendekatan ini menjadi penting untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Bangunan ini dirancang sebagai respons terhadap kompleksitas tersebut melalui pendekatan arsitektur berkelanjutan. Desainnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas, tetapi juga sebagai sistem yang adaptif dan mandiri secara energi. Optimalisasi pencahayaan alami dan penghawaan silang menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan pada energi buatan.
Selain itu, pemanfaatan energi angin dan matahari sebagai sumber listrik alternatif diintegrasikan dengan sistem bangunan, memungkinkan efisiensi energi yang lebih tinggi. Pengelolaan air hujan juga menjadi bagian penting dalam desain, di mana air ditampung dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi. Kehadiran ruang hijau turut memperkuat ekosistem bangunan, menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan lingkungan.
Dengan konsep ini, bangunan tidak hanya menjawab kebutuhan ruang, tetapi juga menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber daya. Ia merepresentasikan arsitektur masa depan sebuah pendekatan desain yang tidak hanya berdiri sebagai objek fisik, tetapi sebagai “organisme hidup” yang selaras dengan alam, efisien secara energi, dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.



