TAMBAK LOROK COASTAL RESILIENCE
Building Category
Masterplan, Perencanaan
Location
Semarang, Jawa Tengah
Area
985 m²
Year
2022
Team
Adhitya Djarot, S. Ars, MUD.
Anggun Nur Apippah, S. Ars, MUD.
Nifida Alsya Khairunnisa, S. Ars, MUD.
Dinar Aulia, S. Ars, MUD.
Aurelia Dewi, S. Ars, MUD.

Kampung Tambak Lorok, yang terletak di Semarang Utara, merupakan kawasan pesisir strategis dengan aksesibilitas tinggi karena kedekatannya dengan pusat kota dan jaringan transportasi utama. Kawasan ini dilintasi oleh Kali Banger dan dikenal sebagai “kampung nelayan” karena mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan hasil laut.
Namun, di balik potensinya, Tambak Lorok menghadapi ancaman serius berupa banjir rob dan penurunan muka tanah yang menjadikannya salah satu kampung pesisir paling rentan di Indonesia. Fenomena kenaikan permukaan air laut serta limpasan air sungai menyebabkan kawasan ini kerap terendam, hingga sering disebut sebagai kampung darurat tenggelam. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesehatan, ekonomi, dan stabilitas sosial masyarakat.
Permasalahan ini menuntut strategi penataan kawasan yang komprehensif dan berbasis ketangguhan bencana (disaster-resilient settlement). Pendekatan yang diusulkan meliputi peninggian dan adaptasi tipologi hunian terhadap kondisi pasang surut, sistem drainase terpadu, penguatan tanggul serta infrastruktur pengendali banjir, dan integrasi ruang terbuka hijau sebagai zona resapan sekaligus buffer alami.
Selain aspek fisik, strategi sosial-ekonomi juga menjadi fokus utama. Penguatan ekonomi nelayan, penyediaan fasilitas pendukung perikanan yang lebih adaptif, serta edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan kolektif. Kawasan ini tidak hanya perlu dilindungi, tetapi juga diberdayakan agar mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika lingkungan pesisir.
Melalui pendekatan perancangan yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan, Konsep Tambak Lorok Coastal Resilience diharapkan dapat bertransformasi dari kawasan rentan menjadi pemukiman pesisir yang tangguh bencana sebuah kampung nelayan yang tetap hidup, produktif, dan bermartabat di tengah tantangan lingkungan yang terus berkembang.




