GEYSERSCAPPERS 2200, GREENLAND
Building Category
Arsitektur, Modern, Perencanaan, Tower
Location
Greenland
Area
1 Ha
Year
2019

Tower Geyserscraper, Greenland merupakan sebuah visi arsitektur futuristik yang merespons kondisi Bumi pada tahun 2200. Proyek ini berangkat dari prediksi para ilmuwan dunia bahwa pemanasan global dan efek rumah kaca yang ekstrem akan membuat permukaan Bumi didominasi oleh perairan. Ketika massa air yang luas ini terpapar radiasi matahari secara periodik dalam suhu tinggi, muncul fenomena alam berupa geyser semburan air panas bertekanan tinggi yang menjulang ke udara. Dinamika semburan air inilah yang menjadi inspirasi utama dari bentukan morfologi Tower Geyserscraper, menciptakan siluet bangunan setinggi 230 meter yang seolah tumbuh menyatu dengan gejolak alam di sekitarnya.
Untuk menopang kehadirannya di tengah perairan lepas, bangunan ini mengandalkan sistem rekayasa struktur bawah dan atas yang adaptif terhadap kondisi ekstrem. Bagian kaki bangunan ditopang oleh pondasi khusus air sedalam 60 meter yang disusun secara menyilang (cross-foundation), memungkinkannya beradaptasi secara fleksibel terhadap dinamika gelombang laut. Sebagai perlindungan terhadap bencana gempa akibat pergeseran lempeng bumi, diterapkan inovasi struktur silang pegas (spring cross-structure) yang mampu meredam getaran seismik dan menstabilkan gedung kembali dengan cepat. Seluruh elemen pondasi dan kaki bangunan bagian bawah ini juga dilapisi dengan cat khusus anti-jamur serta anti-karat guna mencegah korosi maupun pengeroposan akibat paparan air laut dan mikroorganisme seperti plankton.
Kekuatan utama gedung pencakar langit ini berpusat pada structural core (inti bangunan) yang tidak hanya mewadahi jalur utilitas dan transportasi vertikal, tetapi juga berfungsi sebagai pengaku utama bangunan. Core ini menjadi tumpuan bagi lantai-lantai kantilever yang menjorok keluar hingga sepanjang 10 meter. Guna memastikan kekuatan daya dukung beban pada area yang menggantung tersebut, digunakan balok kantilever berbahan baja berat yang telah melalui proses pemanasan ulang (reheated heavy steel) untuk meningkatkan kekakuannya sebelum diteruskan secara merata ke struktur inti.
Pada bagian eksterior, desain fasad dirancang secara aerodinamis mengikuti pola pergerakan angin dan badai yang kerap menerjang tengah lautan, sehingga mampu meminimalisir gaya gesek angin terhadap struktur gedung. Kulit bangunan memadukan rangka baja ringan pada elemen twisted (pilinan) dengan material kaca frameless laminated khusus skyscraper. Kaca-kaca ini dipasang dengan celah presisi yang berfungsi untuk memfilter hembusan angin kencang, sebuah solusi cerdas untuk mereduksi gaya lateral berlebih sekaligus memasti
